PENGAWASAN DAN KONTROL DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

PENGAWASAN DAN KONTROL

 DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

 

Oleh

Cundata Insan Wijasa

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Maret 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.Latar belakang

Pendidikan merupakan salah satu elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan yang dapat diperoleh tidak hanya berasal  dari sistem pendidikan foramal melainkan bisa diperoleh dari lembaga-lembaga non formal bahkan dari keluarga. Pendidikan formal lebih dikenali keberadaannya karena dapat dipakai untuk mengukur kemajuan sesuatu negara berkaitan dengan kemajuan tingkat pendidikan warga negaranya

Oleh karena itu pendidikan yang dilaksanakan oleh lembaga formal diharapakan dapat menghasilkan output yang berkualitas. Untuk dapat mencapainya pendidikan harus ditata, proses penataan ini merupakan aktifitas dari manajamen pendidikan. Aktivitas didalam manajemen itu sendiri meliputi proses perencanaan, pengorganisasian,penggerakan, dan pengawasan. Dalam manajemen pendidikan terdapat substansi manajemen pendidikan diantaranya kurikulum, peserta didik, sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan hubungan masyarakat.

Dalam pelaksanaan setiap subtansi manajemen pendidikan didalamnya pasti dimulai proses perencanaan sampai dengan proses akhir( pengawasan). Pengawasan dapat mempengaruhi proses perencanaan yang akan datang, karena dengan pengawasan dapat diketahui kelemahan dan kesalahan yang terjadi agar dapat dihindari kejadiannya dikemudian hari. Pengawasan harus dilakukan sebaik-baiknya agar tujuan yang dicapai dapat direalisasikan.

Pada kenyataanya proses pengawasan sering kali tidak dilaksanakan dengan baik padahal sesunguhnya proses pengawasan itu sangatlah penting karena berpengaruh terhadap proses perencanaan yang akan datang. Oleh sebab itu kelompok ingin membahas tentang pentingnya pengawasan dan control  dalam manajemen pendidikan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang yang telah  diuraiakan di atas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan pengawasan dalam manajemen pendidikan?
  2. Apa yang menjadi sasaran dalam proses pengawasan?
  3. Apa yang dimaksud dengan pengendalian dalam manajemen pendidikan?

C. Tujuan

Dilihat dari rumusan masalah di atas dapat di rumuskan tujuan, yaitu :

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud pengawasan dalam manajemen pendidikan?
  2. Untuk mengetahui apa yang menjadi sasaran dalam proses pengawasan?
  3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengendalian dalam manajemen pendi

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pengawasan

Pengawasan adalah Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan (Sondang P.Siagian) Pengawasan adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas atau kegiatan, apakah sesuai dengan yang semestinya atau tidak (Suyamto).

Pengawasan adalah tanggung jawab pimpinan , tapi karena tidak mungkin pimpinan melakukan semuanya maka pengawasan dilimpahkan kepada unit pengawasan. Disamping itu pengawasan harus bisa mengukur objek apa yang telah dicapai , menilai pelaksanaan serta mengadakan / menyarankan tindakan perbaikan atau penyesuaian yang dipandang perlu, disamping itu pengawasan harus bisa mengevaluasi diri tentang apa yang telah dicapainya ( inspeksi diri ).

Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengawasan adalah segenap kegiatan untuk meyakinkan dan menjamin bahwa tugas / pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, kebijaksanaan yang telah digariskan dan perintah ( aturan ) yang diberikan. Pengawasan merupakan bagian dari fungsi manajemen , disamping fungsi perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan. Jenis jenis pengawasan sebagai berikut:

  1. Pengawasan Intern dan Ekstern,

Pengawasan Intern, pengawasan yang dilakukan oleh orang dari badan atau unit ataupun instansi di dalam lingkungan unit tersebut. Dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control).

P. Ekstern, pengawasan yang dilakukan di luar dari badan/unit/instansi tersebut. UUD 1945 pasal 23E: “Untuk memeriksa pegnelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yg bebas dan mandiri

2. Pengawasan Preventif (sebelum kegiatan dilaksanakan) dan Represif (setelah kegiatan dilaksanakan)

3. Pengawasan Aktif (dekat) dan Pasif

Pengawasan aktif merupakan jenis pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yg bersangkutan, sedangkan Pengawasan pasif Melakukan penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggungjawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.

4. Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtmatigheid) dan kebenaran materiil mengenai maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid).

    1. Pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechtmatigheid) adalah pemeriksaan pengeluarkan apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluwarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya;
    2. Pengawasan kebenaran materiil mengenai maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.
  1. B.     Tujuan Pengawasan
    1. Menjamin ketepatan pelaksanaan sesuai rencana, kebijaksanaan dan perintah (aturan yang berlaku );
    2.  Menertibkan koordinasi kegiatan. Kalau pelaksana pengawasan banyak, jangan ada objek pengawasan dilakukan berulang-ulang, sebaliknya ada objek yang tak pernah tersentuh pengawasan;
    3. Mencegah pemborosan dan penyimpangan, Karena pengawasan mempunyai prinsip untuk melindungi masyarakat, maka pemborosan dana yang ditanggung masyarakat harus dicegah oleh penyimpangan yang dilakukan pihak kedua. Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang dan jasa yang dihasilkan. Tujuan akhir suatu pekerjaan yang professional adalah terciptanya kepuasan masyarakat;
    4. Membina kepercayaan masyarakat pada kepemimpinan organisasi. Jika barang atau jasa yang dihasilkan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat, maka masyarakat tidak saja percaya pada pemberi jasa, tapi juga pada institusi yang memberikan perlindungan pada masyarakat dan akhirnya percaya pula pada kepemimpinan organisasi;
    5. Mengetahui jalannya pekerjaan apakah lancar atau tidak;
    6. Memperbaiki kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengusahakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan baru;
    7. Mengetahui penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam rencana awal (planning) terarah kepada sasarannya dan sesuai dengan yang direncanakan;
    8. Mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program (fase/tingkat pelaksanaan);
    9. Mengetahui hasil pekerjaan dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan;
  2. C.    Ruang Lingkup atau Sasaran Pengawasan 
    1.  Sumber daya
    2. Prosesnya yang mempunyai prosedur tetap dengan standar dan cara kerja yang baik.
    3.  Hasil ( out put ) baik secara kualitatif dan kuantitatif .
    4.  Aturan lain yang ditetapkan.

Pengawasan itu merupakan suatu cost item , artinya memerlukan biaya yang besar dari awal sampai akhir ( dapat kesimpulan ).. Karena itu sangat diperlukan efisiensi dalam penggunaan dana dan material, dengan dana yang tersedia, metode yang baik serta peralatan yang efektif, pemecahan masalah yang tidak pilih kasih, bisa mencapai sasaran yang luas. Janganlah suatu objek (produk / sediaan ) dilakukan pengawasan berulang-ulang disuatu atau beberapa tempat dalam waktu yang lama, sebaliknya banyak objek lain yang tak tersentuh pengawasan .

  1. D.    Fungsi pengawasan
    1. Eksplanasi, pengawasan menghimpun informasi yang dapat menjelaskan mengapa hasil-hasil kebijakan publik dan program yang dicanangkan berbeda.
    2. Akuntansi, pengawasan menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk melakukan akuntansi atas perubahan sosial ekonomi yang terjadi setelah dilaksanakannya sejumlah kebijakan publik dari waktu ke waktu.
    3. Pemeriksaan, pengawasan membantu menentukan apakah sumberdaya dan pelayanan yang dimaksudkan untuk kelompok sasaran maupun konsumen tertentu memang telah sampai kepada mereka. dan
    4. Kepatuhan, pengawasan bermanfaat untuk menentukan apakah tindakan dari para administrator program, staf dan pelaku lain sesuai dengan standar dan prosedur yang dibuat oleh legislator, instansi pemerintah dan atau lembaga profesional.
  2. E.     Prinsip Pengawasan
  3. F.     Tugas Pengawas Pendidikan
  1. Mencerminkan sifat dari apa yang diawasi.
  2. Dapat diketahui dengan segera penyimpangan yang terjadi.
  3. Luwes.
  4. Mencerminkan pola organisasi.
  5. Ekonomis.
  6. Dapat mudah dipahami.
  7. Dapat segera diadakan perbaikan.

Tugas pokok pengawas pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas yakni:

  1. Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah.
  2. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya.
  3. Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.
  1. G.    Pengertian Kontrol (Pengendalian) Manajemen Pendidikan

Kontrol manajemen pendidikan pengelolaan secara menyeluruh atau pengendalian agar proses manajemen pendidikan tetap terarah dan tidak ada penyimpangan-penyimpangan. Fungsi kontrol :

  1. Mencegah penyimpangan program

Program pendidikan yang ditetapkan berdasarkan perencanaan yang overall, harus membuahkan hasil. Hasil seuai dengan yang dicapai tujuan yang telah dulu ditetapkan.

  1. Meningkatkan keuletan kerja

To rise working skill. Kontrol dapat berfungsi mengangkat atau meningkatkan keterampilan kerja.

  1. Memperoleh feet-back

To get feet-back. Kontrol berfungsi memperoleh umpan balik. Maksudnya karena kontrol maka administrator pendidikan yang melaksanakan kontrol akan memperoleh pengalaman dan penemuan-penemuan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk penyempurnaan kgiatan kontrol.

  1. Mengajak secara mendidik

To apply direct and indirect, effective and efficient, persuasive and educative the purpose of controll. Kontrol berfungsi penerapan. Dengan kontrol adminstrator pendidikan menerapkan secara langsung dan tidak langsung, secara efektif dan efisien, ajakan yang bersifat mendidik kepada para personil program untuk memahami untuk maksud dan tujuan kegiatan yang dilakukan.

  1. Mengukur seberapa jauh pencapaian program pendidikan

To measure to what extant the determined programhas been achieve to decide the follow up. Kontrol berfungsi untuk mengukur, seberapa jauh program yang sudah ditentukan telah tercapai. Ini penting untuk menetapkan tindak lanjut berkenaan dengan rencana dan program kerja berikutnya.

  1. H.    Langkah-langkah Dasar dalam Proses Pengendalian (kontrol)

Mochler dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses pengendalian, yaitu sebagai berikut:

  1. Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.
  2. Mengukur prestasi kerja.
  3. Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.
  4. Mengambil tindakan korek

Langkah-langkah Pokok dalam Proses Pengendalian

  1. I.       Jenis-jenis Pengendalian (kontrol)

Stoner James, A. F. dan Wankel, Charles (1988) mengelompokkan jenis-jenis metode pengendalian dalam empat jenis, yaitu:

  1. Pengendalian Pra-Tindakan (pre-action control)

Menurut konsep pengendalian, suatu tindakan bias diambil bila sumberdaya manusia, bahan dan keuangan diseleksi dan tersedia dalam jenis, jumlah dan mutu yang tepat.

  1. Pengendalian Kemudi (Steering Control) atau Pengawasan Umpan Maju (Freeforward Control)

Metode ini dibentuk untuk mendeteksi penyimpangan dari beberapa standar atau tujuan tertentu dan memungkinkan pengambilan tindakan koreksi di depan. Bila pemimpin melihat adanya penyimpangan dia dimungkinkan untuk melakukan koreksi, sekalipun kegiatan belum selesai dilakukan. Pengendalian ini efektif bila pemimpin pada waktu yang tepat dapat memperoleh informasi yang akurat.

  1.  Pengendalian Secara Skrining atau Pengendalian Ya/Tidak (Screening or Yes/No Control)

Metode ini sangat luas digunakan karena mampu melakukan penelitian ganda, ketika pengmanan terhadap resiko tindakan manajer sangat diperhatikan. Metode ini fungsional bila prosedur dan syarat-syarat tertentu disepakati sebelum melakukan kegiatan.

  1. Pengendalian Purna-Karya (Post-Action Control)

Metode pengendalian digunakan untuk melihat adanya penyimpangan arah dan tujuan perusahaan setelah kegiatan selesai. Pengendalian ini hamper mirip dengan evaluasi yang waktu pelaks

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengawasan adalah Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Pengawasan adalah tanggung jawab pimpinan , tapi karena tidak mungkin pimpinan melakukan semuanya maka pengawasan dilimpahkan kepada unit pengawasan.

Jenis-jenis pengawasan:

  1. PengawasanIntern dan Ekstern;
  2. Pengawasan Preventif;
  3. Pengawasan Aktif (dekat) dan Pasif;
  4. Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtmatigheid) dan kebenaran materiil mengenai maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid).

Kontrol manajemen pendidikan pengelolaan secara menyeluruh atau pengendalian agar proses manajemen pendidikan tetap terarah dan tidak ada penyimpangan-penyimpangan. Langkah-langkah dasar dalam control manajemen pendidikan:

  1. Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.
  2. Mengukur prestasi kerja.
  3. Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.
  4. Mengambil tindakan korektif.

DAFTAR RUJUKAN

Herujito Yayat, M. 2001. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT Grasindo.

Jihad A. dan Haris A. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo

Majid A. 2009. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Swisma. 2009. Pengawas Sekolah, (online),   (http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=27921:banyak-pengawas-sekolah-tak-tahu-tugasnya-manajemen-pendidikan-tentukan-mutu-lulusan&catid=56:edukasi&Itemid=63, diakses tanggal 03 Maret 2010)

Posted on Mei 6, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: